
Mills yakin bahwa adalah mungkin menciptakan suatu masyarakat yang baik di atas dasar pengetahuan dan bahwa kaum intelektual harus mengambil tanggung-jawab ini, yakni menciptakan sebuah masyarakat yang baik. Dia percaya pada sosialisme liberal dan mendukung revolusi Cuba serta mengutuk reaksi Amerika atas revolusi di Kuba itu karena dia yakin bahwa revolusi di Cuba itu akan menyatukan sosialisme revolusioner dan kebebasan. Tema-tema yang dibahas secara khusus dalam sosiologi Mills adalah hubungan antara alienasi dan birokrasi, dan kekuasaan kaum elit.
Alienasi dan Birokrasi
Mills berpendapat bahwa kesulitan ekonomi yang dialami oleh pekerja di masa lampau telah diganti dewasa ini oleh ketidak-puasan psikologis yang berakar pada alienasi kaum pekerja dari apa yang mereka kerjakan. Dia melihat para pekerja di kantor (white-collar worker) apatis, takut, dan dibentuk oleh kebudayaan massa. Dalam masyarakat modern, mereka yang mempunyai kekuasaan sering kali menggunakan kekuasaan itu secara tersembunyi guna melakukan manipulasi-manipulasi. Mills menilai bahwa birokrasi itu identik dengan manipulasi. Dia mengatakan bahwa sistem sistem rational menyembunyikan kekuasaan mereka sehingga tak seorangpun yang mengerti perhitungan-perhitungan mereka. Bagi birokrasi, dunia adalah obyek manipulasi.
Dalam dunia bisnis dan pemerintahan yang besar, jumlah kelompok pekerja halus atau para pekerja di kantor semakin berkembang. Mereka hidup bukan dengan membuat sesuatu atau mengerjakan sesuatu sebagaimana halnya petani, nelayan, atau tukang, dan lain-lain, melainkan dengan mengubah sesuatu yang telah dibuat oleh orang lain dan menjadikannya sumber keuntungan. Misalnya, petani menghasilkan kopi. Kemudian para pedagang membeli kopi tersebut dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi atau mengolahnya lalu menjualnya dengan harga yang sangat tinggi guna memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Semakin sedikit orang yang memiliki sendiri alat-alat produksi dan mengontrol sendiri pekerjaan mereka. Masyarakat yang stabil dan nilai-nilai tradisional perlahan lahan menghilang, Mills mengecam kapitalisme dan birokrasi modern karena keduanya menyebabkan alienasi dalam diri para pekerja atau karyawan di dalam proses pekerjaan dan di dalam hasil-hasil kerja mereka sendiri. Hal ini nampak jelas dalam pekerja-pekerja halus (white-collar workers) seperti para pramuniaga yang kepribadiannya menjadi komoditi yang biasa dijual atau yang keramah-tamahan dan sopan santun adalah bagian dari mata pencaharian untuk bisa hidup. Dia mengatakan bahwa dalam semua pekerjaan yang melibatkan usaha penjualan, kepribadian dan kekhasan seseorang menjadi bagian dari produksi dan hal tersebut menciptakan alienasi yang luar biasa.
Penekanan Mills terhadap alienasi muncul dari kepritinannya terhadap hubungan antara karakter dan struktur sosial. Menurut dia, pekerjaan menjual yang dilakukan oleh pramuniaga menjauhkan mereka dari dirinya sendiri dan dari orang-orang lain karena mereka memandang semua hubungan sebagai bersifat manipulatif. Dalam analisa yang hampir sama dengan analisa Frankfurt School, Mills berpendapat bahwa secara politis orang bersikap apatis karena penekanan media massa yang terlalu berlebihan pada hal-hal yang bersifat basa-basi dan karena orang dijauhkan dari tradisi-tradisi dan akar-akar budaya. Aspek-aspek lain dari struktur sosial memperkuat tendensi tendensi psikologis yang membuat masyarakat modern bertanggung jawab atas terciptanya masyarakat fasis atau totaliter. Menurut Mills, lingkungan kerja orang-orang yang terfragmentasi menyebabkan mereka tidak mengerti dengan sungguh-sungguh bagaimana masyarakat bekerja dan percaya bahwa pemerintah yang campur tangan akan menyebabkan rasa tidak aman dan nasib sial. Perkembangan struktur yang semakin tersentralisasi tanpa nilai-nilai tradisional yang tertinggal dengan orang-orang yang secara permanen cemas adalah sangat rapuh.
Kekuasaan Kelompok Elit
Menurut Mills, Amerika dikuasai oleh sekelompok elit yang berkuasa, yang terdiri dari orang-orang yang menduduki posisi-posisi dominan dalam bidang politik, militer, dan ekonomi. Ketiga bidang kekuasaan itu mempunyai hubungan satu sama lain sehingga orang-orang yang berkuasa pada tiga bidang itu bekerja sama untuk menciptakan kelompok elit yang berkuasa di Amerika. Karena itu tidaklah mengherankan kalau seorang pejabat tinggi militer bisa menjadi seorang kapitalist dan seorang kepala pemerintah bisa menerapkan gaya pemerintahan seperti tentara. Mills percaya bahwa kekuasaan bisa didasarkan atas faktor-faktor lain dan bukan pada hak milik semata-mata. Namun demikian kepentingan yang sama pada kelompok-kelompok elit itu telah mempersatukan mereka dan mempertahankan ekonomi perang.
Analisa Mills ini sejalan dengan dan memperkuat sikap masyarakat Amerika yang tampak dalam kecaman presiden Eisenhower terhadap para pengusaha dan pejabat militer yang mencampuradukan kepentingan ekonomi dan militer. Banyak ilmuan sosial yang setuju kalau kehidupan ekonomi tercampur dengan kegiatan pemerintah yakni mereka yang mempunyai hubungan dengan orang-orang di ekonomi dan pemerintahan. Kerjasama antara dua kelompok itu bukan saja tampak dalam bantuan yang diberikan oleh sektor ekonomi terhadap kepentingan militer melainkan juga dalam hal keterlibatan pemerintah yang semakin besar dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi.
Secara umum bisa dikatakan bahwa Mills sependapat dengan sosiologi Marxis dan kelompok teori elit yang cenderung melihat masyarakat terbagi secara tajam antara kelompok yang berkuasa dan yang tidak berkuasa. Dia juga sependapat dengan Marxis dan neo-Marxis dalam hal pandangan mereka tentang alienasi, efek dari struktur sosial terhadap kepribadian, dan manipulasi manusia oleh media. Tetapi berbeda dengan mereka yang lain, Mills tidak melihat hak milik pribadi sebagai satu-satunya sumber kejahatan di dalam masyarakat. Menurut Mills kepemilikan alat-alat produksi dalam skala kecil dan kenyataan akan adanya sekelompok pengusaha kecil yang mandiri berguna untuk mempertahankan kebebasan dan keamanan. Mills sangat menyayangkan semakin lenyapnya kelompok petani dan pengusaha kecil yang di masa lalu ditemukan di mana-mana di Amerika Serikat.
Sumber : Raho, Bernard. 2007. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prestasi Pustaka. Hlmn : 90-94.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar