Selasa, 05 Juli 2022

Pengantar Sosiologi Modern

Sosiologi modern berkembang di kawasan Amerika Utara. Istilah sosiologi di Amerika pertama kali digunakan oleh pakar ilmu sosial George Fitzhugh pada tahun 1854. Pada dekade 1880-an, muncul kuliah ilmu-ilmu sosial yang secara khusus menyebut kata "sosiologi." Jurusan sosiologi pertama di Amerika Serikat didirikan di Universitas Kansas pada tahun 1889.


Perkembangan pesat baru terjadi ketika Albion Woodbury Small mendirikan departemen sosiologi di Universitas Chicago pada tahun 1892. Universitas Chicago segera menjadi kiblat penting bagi pertumbuhan teori-teori ilmu sosiologi. Dalam perkembangannya, banyak tokoh sosiologi Amerika yang tergabung di dalam departemen sosiologi di universitas tersebut. Pandangan-pandangan dari mereka lantas populer dengan sebutan mazhab Chicago.


Perkembangan sosiologi di Amerika sebagai cikal bakal sosiologi modern ditandai oleh gejala relasi sosial para imigran yang berdatangan ke Amerika Utara pada abad ke-20. Gejala tersebut memunculkan kompleksitas sosial sehingga memicu perubahan besar di tengah-tengah masyarakat yang tidak dapat dielakkan.

Dari kondisi ini, para teoretikus Amerika memikirkan cara menganalisis segala problem sosial serta latar belakangnya. Pendekatan sosiologi ala Eropa sebagaimana disampaikan oleh para teoretikus klasik tidak mampu mengurai masalah sosial yang kian berkembang. Oleh sebab itu, muncul pendekatan-pendekatan baru yang lebih sesuai dalam melihat masyarakat Amerika ketika itu.

Setelah mazhab Chicago mencuat ke permukaan, banyak bermunculan para teoretikus sosial yang tidak hanya menitikberatkan pada masalah politik dan perubahan sosial. Cara pandang sosiologi modern juga melahirkan konsep-konsep baru, di antaranya sosiologi perempuan atau feminisme, teori ras, hingga fungsionalisme struktural di abad ke-20.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar